{"id":333,"date":"2025-10-21T05:52:33","date_gmt":"2025-10-21T05:52:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ppa-idn.org\/?p=333"},"modified":"2025-10-21T05:58:30","modified_gmt":"2025-10-21T05:58:30","slug":"sacred-pathways-menemukan-tuhan-di-jalur-rohani-masing-masing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/2025\/10\/21\/sacred-pathways-menemukan-tuhan-di-jalur-rohani-masing-masing\/","title":{"rendered":"Sacred Pathways: Menemukan Tuhan di Jalur Rohani Masing-Masing"},"content":{"rendered":"<p><strong>Manado, 14\u201317 Oktober 2025<\/strong>  <br>\u201cPerumpamaan seorang penabur mengajak kita untuk berfokus kepada <em>kualitas<\/em>, bukan <em>kuantitas<\/em>,\u201d ujar Pdt. Sekber Bogar, M.Th, membuka sesi pertama <strong>Pelatihan Soft Skills \u201cSacred Pathways to Spirituality\u201d<\/strong> yang diselenggarakan oleh <strong>Pusat Penerjemahan Alkitab (PPA).<\/strong> Kalimat sederhana itu seolah menjadi benang merah dari seluruh pelatihan yang berlangsung selama empat hari di Wilayah GMIM Manado Utara III. <\/p>\n\n\n\n<p>Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah perjalanan rohani bersama. Para peserta diajak merenungkan kembali makna pelayanan bahwa panggilan untuk melayani Tuhan bukan hanya soal berapa banyak yang bisa dilakukan, melainkan seberapa dalam kasih dan karakter Kristus tercermin dalam setiap langkah.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui berbagai sesi reflektif dan interaktif, para peserta menemukan bahwa setiap pribadi memiliki jalur rohani (<em>spiritual pathway<\/em>) yang unik. Ada yang bertumbuh lewat keheningan doa, ada yang lewat pelayanan aktif, panca indera dan ada pula yang melalui keindahan ciptaan Tuhan. Semua jalan itu sah, selama menuntun hati makin dekat kepada Sang Sumber Kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img alt=\"\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-1024x683.png\" class=\"wp-image-336\" srcset=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-1024x683.png 1024w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-300x200.png 300w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-768x512.png 768w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-1536x1024.png 1536w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image-18x12.png 18w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/image.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini juga menjadi wujud PPA untuk terus memperlengkapi pelayan-pelayan Tuhan dengan kualitas rohani yang mendalam dan karakter yang tangguh. \u201cKami tidak ingin hanya menghasilkan banyak penerjemah, tetapi pelayan yang memahami makna panggilan mereka,\u201d ungkap salah satu staff PPA.<\/p>\n\n\n\n<p>Ucapan terima kasih disampaikan kepada Jemaat GMIM &#8220;Torsina&#8221; Tumumpa  dan juga seluruh jemaat yang ada di Wilayah Manado Utara III yang telah membuka pintu dan hati untuk menjadi tuan rumah. Kehangatan jemaat, suasana keakraban, serta kebersamaan yang terjalin selama empat hari menjadi kesaksian nyata bahwa pelayanan sejati berakar pada kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatihan ini berakhir, namun semangatnya terus berlanjut. Seperti benih yang ditabur di tanah yang baik, kiranya setiap peserta pulang membawa tekad baru untuk menabur dengan kualitas \u2014 di mana pun Tuhan mengutus mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manado, 14\u201317 Oktober 2025 \u201cPerumpamaan seorang penabur mengajak kita untuk berfokus kepada kualitas, bukan kuantitas,\u201d ujar Pdt. Sekber Bogar, M.Th, membuka sesi pertama Pelatihan Soft Skills \u201cSacred Pathways to Spirituality\u201d yang diselenggarakan oleh Pusat Penerjemahan Alkitab (PPA). Kalimat sederhana itu seolah menjadi benang merah dari seluruh pelatihan yang berlangsung selama empat hari di Wilayah GMIM [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=333"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":341,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/333\/revisions\/341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}