{"id":458,"date":"2026-07-24T01:46:36","date_gmt":"2026-07-24T01:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ppa-idn.org\/?p=458"},"modified":"2026-07-24T01:49:02","modified_gmt":"2026-07-24T01:49:02","slug":"dari-tidak-percaya-diri-menjadi-penuh-dedikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/2026\/07\/24\/dari-tidak-percaya-diri-menjadi-penuh-dedikasi\/","title":{"rendered":"Dari Tidak Percaya Diri Menjadi Penuh Dedikasi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pdt. Nori Manawan, salah satu staf yang melayani di pelosok, membagikan kisah tentang seorang anggota tim penerjemahan yang sempat ingin mengundurkan diri karena merasa dirinya tidak memberi kontribusi berarti bagi tim. Bapak tersebut dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan sering merasa minder karena hanya lulusan Sekolah Dasar. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-full is-resized\"><img alt=\"\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"653\" height=\"498\" src=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-3.png\" class=\"wp-image-461\" style=\"aspect-ratio:1.3112996873604288;width:304px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-3.png 653w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-3-300x229.png 300w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-3-16x12.png 16w\" sizes=\"(max-width: 653px) 100vw, 653px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebenarnya lebih kepada tidak percaya diri. Beliau selalu berkata bahwa dirinya hanya lulusan SD,\u201d ungkap Pdt. Nori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, permintaan pengunduran dirinya tidak langsung diterima. Ia tetap didorong untuk terus terlibat dalam proses penerjemahan bersama tim. Seiring waktu berjalan, terlihat bagaimana kesetiaan dan kerinduannya untuk melayani semakin bertumbuh. Ia bahkan dikenal sebagai anggota tim yang selalu hadir paling awal dalam setiap diskusi penerjemahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki awal tahun, Pdt. Nori baru mengetahui bahwa selama kurang lebih tiga minggu, bapak tersebut berjalan kaki sekitar 4 kilometer pulang pergi untuk mengikuti diskusi tim karena tidak memiliki kendaraan. Kondisi itu baru diketahui ketika suatu hari ia berkata bahwa dirinya ingin membeli motor \u201cmumpung ada berkat\u201d. Ketika menerima sejumlah dana, ia memutuskan menggunakan uang tersebut sebagai uang muka untuk membeli kendaraan agar dapat terus mengikuti pelayanan penerjemahan dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya sempat bertanya bagaimana dengan kebutuhan rumah tangga, jangan sampai membeli motor tetapi kebutuhan keluarga tidak terpenuhi. Namun beliau menjawab semuanya cukup,\u201d cerita Pdt. Nori.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignright size-full is-resized\"><img alt=\"\" decoding=\"async\" width=\"536\" height=\"334\" src=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-4.png\" class=\"wp-image-462\" style=\"width:270px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-4.png 536w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-4-300x187.png 300w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-4-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 536px) 100vw, 536px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi tim pelayanan, hal ini menjadi kesaksian yang sangat menyentuh. Dari seseorang yang awalnya merasa tidak mampu dan ingin menyerah, Tuhan justru membangkitkan semangat, kepercayaan diri, dan dedikasi yang besar dalam dirinya untuk menerjemahkan Firman Tuhan ke dalam bahasanya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia sendiri mengaku bahwa melalui keterlibatannya dalam penerjemahan, ia belajar banyak tentang Firman Tuhan setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah ini menjadi pengingat bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja dalam pekerjaan-Nya. Di tengah keterbatasan, kesetiaan dan kerinduan untuk belajar dapat dipakai Tuhan untuk menghadirkan Firman-Nya bagi banyak orang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img alt=\"\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"494\" src=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5-1024x494.png\" class=\"wp-image-463\" srcset=\"https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5-1024x494.png 1024w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5-300x145.png 300w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5-768x370.png 768w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5-18x9.png 18w, https:\/\/ppa-idn.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-5.png 1332w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pdt. Nori Manawan, salah satu staf yang melayani di pelosok, membagikan kisah tentang seorang anggota tim penerjemahan yang sempat ingin mengundurkan diri karena merasa dirinya tidak memberi kontribusi berarti bagi tim. Bapak tersebut dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan sering merasa minder karena hanya lulusan Sekolah Dasar. \u201cSebenarnya lebih kepada tidak percaya diri. Beliau selalu [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=458"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":464,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458\/revisions\/464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppa-idn.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}