Membangun Pelayanan yang Efektif melalui Kepemimpinan Pastoral

Spread the love

Tampusu, Mengawali tahun pelayanan 2026 dengan semangat pembaruan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, Pusat Penerjemahan Alkitab (PPA) Yayasan GMIM Dominee Albertus Zakaria Raturambi Wenas menyelenggarakan pelatihan soft-skill bertajuk “Effective Pastoral Ministry and Leadership” pada 13–16 Januari 2026, bertempat di Petapaan Karmel, Tampusu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali para pelayan dalam menjawab panggilan melayani Firman Tuhan, khususnya dalam karya penerjemahan Alkitab yang membutuhkan bukan hanya ketepatan teknis, tetapi juga kedewasaan rohani dan kepemimpinan yang melayani. Kegiatan ini diikuti oleh direktur, para wakil direktur, fasilitator, serta seluruh staf PPA.

Sebagai pemateri utama, hadir Pastor Daniel Chua dari Singapura, yang merupakan bagian dari jaringan pelayanan internasional Ambassador for Christ dan Equip-21, dua jaringan pelayanan internasional yang fokus pada pembinaan kepemimpinan Kristen dan pengembangan pelayanan pastoral yang relevan dengan tantangan zaman. Dengan pengalamannya dalam pembinaan kepemimpinan dan pelayanan pastoral lintas konteks, Pastor Daniel Chua membagikan wawasan yang relevan, membumi, dan aplikatif bagi tantangan pelayanan masa kini. Tidak hanya soal memimpin orang, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menyelesaikan setiap tugas dengan baik dan tuntas sampai selesai

Dalam pemaparannya, Pastor Daniel menekankan bahwa kepemimpinan Kristen yang efektif berakar pada kesadaran akan panggilan untuk melayani, bukan sekadar mengelola tugas atau jabatan. Prinsip ini menjadi sangat relevan dalam konteks pelayanan penerjemahan Alkitab, di mana para pelayan dipanggil untuk menghadirkan Firman Tuhan secara setia, jelas, dan dapat dipahami oleh setiap generasi.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai pembekalan penting terkait pelayanan pastoral yang efektif, kepemimpinan yang melayani, pembangunan karakter pelayan Tuhan, komunikasi yang transformatif, serta pengelolaan pelayanan yang berintegritas. Metode pelatihan dirancang secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, refleksi personal, dan studi kasus yang dekat dengan realitas pelayanan di PPA.

Pelatihan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan, meneguhkan kembali panggilan, serta memperkuat kerja sama tim dalam memasuki tahun pelayanan yang baru.

Melalui pelatihan ini, PPA Yayasan GMIM berharap nilai-nilai dan kompetensi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam setiap aspek pelayanan penerjemahan Alkitab dan tugas kelembagaan lainnya, sehingga pelayanan yang dilakukan di sepanjang tahun 2026 semakin efektif dan berdampak. (gl.)

id_IDIndonesian