Pdt. Nori Manawan, salah satu staf yang melayani di pelosok, membagikan kisah tentang seorang anggota tim penerjemahan yang sempat ingin mengundurkan diri karena merasa dirinya tidak memberi kontribusi berarti bagi tim. Bapak tersebut dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan sering merasa minder karena hanya lulusan Sekolah Dasar.

“Sebenarnya lebih kepada tidak percaya diri. Beliau selalu berkata bahwa dirinya hanya lulusan SD,” ungkap Pdt. Nori.
Namun, permintaan pengunduran dirinya tidak langsung diterima. Ia tetap didorong untuk terus terlibat dalam proses penerjemahan bersama tim. Seiring waktu berjalan, terlihat bagaimana kesetiaan dan kerinduannya untuk melayani semakin bertumbuh. Ia bahkan dikenal sebagai anggota tim yang selalu hadir paling awal dalam setiap diskusi penerjemahan.
Memasuki awal tahun, Pdt. Nori baru mengetahui bahwa selama kurang lebih tiga minggu, bapak tersebut berjalan kaki sekitar 4 kilometer pulang pergi untuk mengikuti diskusi tim karena tidak memiliki kendaraan. Kondisi itu baru diketahui ketika suatu hari ia berkata bahwa dirinya ingin membeli motor “mumpung ada berkat”. Ketika menerima sejumlah dana, ia memutuskan menggunakan uang tersebut sebagai uang muka untuk membeli kendaraan agar dapat terus mengikuti pelayanan penerjemahan dengan lebih mudah.
“Saya sempat bertanya bagaimana dengan kebutuhan rumah tangga, jangan sampai membeli motor tetapi kebutuhan keluarga tidak terpenuhi. Namun beliau menjawab semuanya cukup,” cerita Pdt. Nori.

Bagi tim pelayanan, hal ini menjadi kesaksian yang sangat menyentuh. Dari seseorang yang awalnya merasa tidak mampu dan ingin menyerah, Tuhan justru membangkitkan semangat, kepercayaan diri, dan dedikasi yang besar dalam dirinya untuk menerjemahkan Firman Tuhan ke dalam bahasanya sendiri.
Ia sendiri mengaku bahwa melalui keterlibatannya dalam penerjemahan, ia belajar banyak tentang Firman Tuhan setiap hari.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja dalam pekerjaan-Nya. Di tengah keterbatasan, kesetiaan dan kerinduan untuk belajar dapat dipakai Tuhan untuk menghadirkan Firman-Nya bagi banyak orang.
