Tuhan Masih Memanggil, Bahkan Setelah Lima Tahun Menjauh

Spread the love

Bapak Doni (nama samaran) adalah seorang yang terlibat sebagai penerjemah cerita Alkitab dalam lokakarya cluster Minahasa 3.

Sekilas, pria ini terlihat seperti penerjemah lainnya, namun ternyata ia datang ke lokakarya dengan membawa serta banyak luka batin dalam kehidupan.

“Sudah 5 tahun saya tidak masuk gereja,” katanya dengan senyum kecut.

Bukan karena malas, bukan karena tak suka. Penyebabnya lebih rumit: keluarga.

Saking beratnya masalah keluarga yang ia alami, ia bahkan sempat memikirkan untuk bercerai dengan istrinya.

“Bukan hanya memikirkan, saya malah sudah sempat sampai di tahap merencanakan,” ungkapnya lagi.

Namun ketika ia datang di lokakarya, ada banyak niat baik yang kembali Tuhan bangkitkan dalam dirinya. Ia disadarkan kembali tentang pentingnya persekutuan.

Sewaktu mendengar cerita anak-anak yang datang kepada Yesus, cerita tentang Yesus memanggil murid-muridnya, dan pengajaran yesus tentang perceraian, dalam bahasa yang ia mengerti, ia belajar banyak hal.

“Saya merasa tertegur, ketika anak-anak datang kepada Yesus, dalam kehidupan saya, kini anak saya yang selalu memanggil saya beribadah,” katanya.

Di awal, ia menduga ini hanyalah pekerjaan teknis saja. Menerjemahkan saja. Ternyata ada pendalaman cerita, apalagi ketika dilakukan dalam bahasa yang ia mengerti, semuanya masuk ke dalam hati dan menegurnya.

Dari kisah Yesus memanggil murid-muridnya, ia pun terdorong untuk mengikut Yesus.

Dan, dari pengajaran Yesus tentang perceraian, ada perubahan dramatis yang terjadi dalam dirinya.

“Saya menyesal sempat merencanakan perceraian,” katanya, sambil menahan air mata. “Sebagai langkah konkrit, saya akan memulai dengan mengalah, karena ini adalah salah saya.”

Hal ini memang akan sulit dilakukannya, karena ia sudah pisah ranjang dengan istrinya selama bertahun-tahun. Namun, akhirnya, firman Tuhan membuatnya sadar dan ingin berubah.

Dan ia senang, akhirnya bisa mendengar firman Tuhan dalam bahasa yang ia mengerti ketika mengikuti lokakarya cluster Minahasa 3. Mengikuti ibadah pagi dalam lokakarya ini menjadi pertama kalinya ia mengikuti ibadah setelah sekian tahun.

“Padahal, saya dulu pemain musik di gereja. Saya senang bisa ikut ibadah lagi, tapi saya menyesal sudah selama lima tahun terakhir tidak ikut ibadah,” tutupnya.

en_USEnglish