Lokakarya Cluster Minahasa 3 Dibuka, Cerita Alkitab Diterjemahkan ke Bahasa Pasan, Bantik, dan Manado

Spread the love

Udara sejuk pegunungan menyambut kedatangan tim penerjemah Alkitab di GMIM Jemaat Imanuel Sendangan dalam pembukaan Lokakarya Cluster Minahasa 3. Selama beberapa hari ke depan, para peserta akan bekerja menerjemahkan cerita-cerita Alkitab ke dalam tiga bahasa daerah: Pasan, Bantik, dan Manado.

Tidak hanya disambut oleh udara yang menenangkan, tim juga merasakan sambutan hangat dari jemaat setempat yang menjadi tuan rumah kegiatan. Dukungan penuh dari gereja menjadi penegasan bahwa pelayanan penerjemahan Alkitab dipandang sebagai bagian penting dari misi gereja.

“Kami sangat bersyukur, ini kebanggaan bisa jadi tuan rumah lokakarya penerjemahan Alkitab atas rekomendasi Sinode GMIM. Atas nama Jemaat Imanuel Sendangan, kami menyambut dengan sukacita iman dan mengucapkan banyak selamat,” ujar Ketua BPMJ Imanuel Sendangan dalam sambutannya.

Sukacita tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, penerjemahan Alkitab secara lisan telah membawa dampak nyata dalam kehidupan banyak orang dari berbagai kalangan. Firman Tuhan yang disampaikan dalam bahasa ibu terbukti lebih mudah dipahami dan lebih menyentuh hati, sehingga menghadirkan perubahan hidup.

Hal itu kembali ditegaskan oleh Pdt. Yanti Karundeng, M.Th., Wakil Direktur Pusat Penerjemahan Alkitab Bidang Kemitraan, dalam sambutannya. Ia mengajak jemaat merenungkan kuasa firman Allah sejak awal penciptaan.

“Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah menciptakan dunia ini hanya dengan berfirman? Mengapa Allah tidak menggunakan tangan-Nya, tidak menggunakan kaki-Nya? Mengapa tidak ada proses panjang atau usaha fisik, hanya firman yang langsung menghasilkan realita?” tanyanya.

“Sebenarnya, itu karena Ia ingin menunjukkan bahwa firman-Nya berkuasa mutlak.”

Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Dr. Joice Umboh-Sondakh, M.Th. Lagu-lagu dan doa-doa sepanjang ibadah dibawakan dalam bahasa Manado, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus menyentuh. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Pdt. Inri Mandang, Ketua BPMW Sonder.

Ia menyampaikan harapannya agar pelayanan Pusat Penerjemahan Alkitab terus berkembang. Menurutnya, keberadaan pelayanan ini sangat strategis, terlebih karena berada di lingkungan GMIM dan menjangkau hingga ke pelosok.

“Besar sekali dampaknya. Ini hal yang bagus. Memang sekarang fasilitas masih kurang, tapi kami berharap ke depan akan lebih maju karena kebutuhan pelayanan sampai ke pelosok sangat besar. Doa dalam bahasa Manado sangat kena,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa kehadiran Alkitab dalam bahasa daerah, seperti yang sudah ada dalam bahasa Tontemboan, telah membuktikan betapa pentingnya bahasa ibu dalam pelayanan. “Dampaknya sangat besar. Ini mengajar orang untuk lebih memahami bahasa setempat, karena itu lebih menyentuh.”

Adapun melalui Lokakarya Cluster Minahasa 3 ini, kisah-kisah Alkitab dari Kitab Kejadian dan Markus akan diterjemahkan ke dalam bahasa Manado, Pasan dan Bantik. Harapan akan semakin banyaknya firman Tuhan yang hadir dalam bahasa-bahasa lokal kembali diteguhkan, agar setiap orang dapat mendengar dan memahami kabar baik dalam bahasa hati mereka sendiri.

id_IDIndonesian